Perjalanan dengan jarak yang ekstrim memang memakan waktu, karena itu yang kali ini, tidak akan sampai.
Akibat libur kuliah sekitar 2 bulan lamanya. saya kembali memutuskan untuk mendaki gunung. Ini sangat spesial, karena sempat ingin ke Sumbing namun tidak ada kawan. Pindah ke Gunung Salak, apes saat kami ingin mendaki Salak ditutup akibat cuaca yang masih buruk. Dan ternyata setelah itu diputuskan untuk ke Kerinci, bersama rekan - rekan baru yang dipertemukan akibat
open trip dan juga Rizka. Sebuah keputusan yang sangat gila untuk orang yang belum pernah mendaki gunung sama sekali dan saat mulai mendaki gunung, langsung menuju Kerinci, iya tertinggi ke - 2 di Indonesia.
 |
| Ketika hendak sampai Bakauheni |
Sebab perjalanan kami tempuh via darat (maklum dana untuk via udara terlampau mahal), jarak harus ditempuh dengan sangat sabar, 2 hari 2 malam. Berangkat 24 Januari jam 7 pagi, sampai di Kersik Tuo 26 Januari jam 1 pagi. Perjalanan yang sangat jauh dari rumah, dengan kondisi jalan yang tidak seperti di pulau Jawa. Sampai sana saya memutuskan untuk langsung istirahat karena nanti pagi, pendakian akan dimulai, dengan estimasi 3 hari di dalam hutan.
 |
| Istirahat di salah satu rumah makan. Lahat, Sumatera Selatan. |
Paginya, ketika terbangun, sempat khawatir cuaca tidak bersahabat, akibat Kerinci sama sekali tidak terlihat dari
basecamp, sembari ditinggal mandi, sarapan, dan persiapan, perlahan Kerinci menampakkan diri di balik kebun teh terluas di Asia. Dari situ terbesit "bisa ke atas dan pulang kembali atau tidak ?" pertanyaan yang seharusnya tidak muncul di benak saya.
 |
| Om Soghiro - Jakarta |
 |
| Ketika sampai basecamp |
 |
| Selfie dulu ges |
Sekitar jam 11 kami mulai siap berangkat, diantar dengan mobil bak terbuka sampai pintu rimba sekitar 20 menitan, itu cukup menghemat tenaga daripada kami harus berjalan. Sampai di pintu rimba berdoa, dan selanjutnya pendakian dimulai.
 |
| Persiapan berangkat |
Kontur awal - awal pendakian bisa dibilang landai, bahkan hampir tidak menanjak. Seperti jalan santai, namun akibat hujan kemarin, tanah jadi basah dan beberapa titik, kaki dapat masuk lumpur se mata kaki, bayangkan belum sampai pos 1 sepatu sudah cokelat saja. Istirahat sebentar di pos 1 karena adzan dzuhur sudah terdengar, kemudian perjalanan dilanjutkan, karena target hari ini kami harus bermalam di shelter 1.
 |
| Pintu Rimba |
 |
| Pos 1 - Bangku Panjang |
Menuju pos 2, jalur sudah sedikit menanjak, tanaman masih rapat, maklum Kerinci hutannya masih "perawan" buktinya harimau Sumatera masih hidup di sini. Hewan yang tidak akan pernah ditemui di hutan pulau Jawa.
Beberapa kali rombongan terpecah, maklum, mendaki dengan 22 orang berarti mendaki dengan 22 ambisi, tapi saya terus di sekitar Rizka karena saya tau dia butuh dukungan tambahan di gunung pertamanya. Sampai pos 2 kembali istirahat, namun disini tidak terlalu lama, mengingat hari semakin sore, dan cukup berbahaya berjalan malam hari di hutan yang jarang dijamah manusia ini. Di pos 3 istirahat sambil menyeduh teh, kopi, dan makan biskuit. Disini istirahat lumayan lama dibanding sebelumnya. Karena kata Pakde -begitu ia ingin dipanggil- (salah satu pemandu lokal asli Kersik Tuo) setelah ini pendakian baru dimulai. Benakku "Jadi yang tadi apa ? Padahal kaki sudah sekotor ini"
Benar saja perjalanan ke shelter 1 benar - benar mendaki, dan tidak wajar. Akar dimana - mana, sempat terguyur hujan, beberapa jalan memaksa kami hingga kaki menyentuh dada, Rizka banyak istirahat dan bertanya "Kapan sampai ?", maklum badan sudah lelah, ingin segera tidur, tapi tidak mungkin tidur di trek yang basah dan sempit. Namun kaki terus melangkah walaupun kuantitas istirahat cukup banyak, sekitar jam 16.30 kami yang terbagi dalam kelompok belakang baru sampai.
 |
| Suasana senja shelter 1 |
Setelah itu langsung makan, dan tidak banyak pertanyaan, saya memutuskan tidur sambil berpikir "Saya takut tidak akan sampai malah jadi kenyataan"
Bersambung.
Wkwk gokil ya baru pertama kali udah ke kerinci yg di hantem, chika emang hebat plus nekat wkwk. Salut sm kalian udah bisa sampe puncak 👏 Lanjutkan
BalasHapusSiapp, makasih ka :))
BalasHapus